Friday, December 7, 2007

Seksologi: Istri Berubah Drastis

Oleh: Prof.DR.Dr. Wimpie Pangkahila, Sp. And, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi

Setelah 11 tahun menikah, baru tiga bulan belakangan ini istrinya merasakan nikmatnya hubungan seks. Ia terus menuntut untuk dilayani, bahkan sehari sampai 2-3 kali. Normalkah? Bagaimana suami harus bersikap?

Kasus:

"Saya seorang pria, berumur 44 tahun, istri berusia 39 tahun. Sejak tiga bulan terakhir ini saya mengalami masalah karena istri sering menuntut hubungan seks. Setiap hari minta berhubungan. Kadang-kadang bisa 2-3 kali. Sebelumnya dia tidak seperti itu, bahkan tak pernah meminta. Waktu saya tanya mengenai perubahan yang drastis itu, istri menjelaskan bahwa dia baru merasakan nikmatnya hubungan seks sejak sekitar tiga bulan lalu dan seperti ingin terus. Yang jadi masalah, saya tidak mampu kalau harus memenuhi permintaannya itu. Saya pulang sekitar pukul 19.00, sudah capek sekali. Sering saya dibangunkan oleh istri agar melayani dia. Kalau hari libur saya merasa lebih repot, bukannya santai, karena istri menuntut terus sampai 2-3 kali dalam sehari. Kalau saya tidak mampu melayani, dia marah. Dia bilang, sudah lama menikah dan baru tiga bulan belakangan merasakan nikmatnya hubungan seks tetapi suami tidak mampu. Yang ingin saya tanyakan, apakah istri mengalami kelainan seks? Apakah benar yang disampaikan istri, bahwa ia baru dapat merasakan nikmatnya hubungan seks sejak tiga bulan lalu, padahal kami sudah 11 tahun menikah? Apa yang harus saya lakukan menghadapi masalah ini? Saya takut istri berbuat yang tidak-tidak."

(A., Semarang)

Jawaban:

Sangat Wajar

Sebenarnya apa yang dialami istri Anda bukan sesuatu yang aneh. Pengakuannya bahwa dia baru dapat menikmati hubungan seksual sejak tiga bulan lalu, bukan sesuatu yang luar biasa atau mengejutkan.

Tidak sedikit istri yang tak pernah menikmati hubungan seksual, walaupun telah lama menikah. Jadi, sebenarnya Anda tidak perlu merasa terkejut dengan pengakuan itu.

Keterkejutan Anda timbul karena selama menikah Anda tidak pernah berkomunikasi mengenai seks, sehingga tidak mengetahui bahwa istri sebenarnya tidak menikmati hubungan seksual yang dilakukan.

Sebaliknya, Anda harus bersyukur karena istri yang Anda kasihi akhirnya dapat juga menikmati kehidupan seksual, yang selama bertahun-tahun menikah hanya Anda nikmati sendiri.

Kalau setelah dapat menikmati hubungan seksual kemudian istri menjadi ingin sering melakukan, itu sesuatu yang wajar juga. Sangat manusiawi bila orang ingin mengulangi apa yang dirasakan menyenangkan termasuk dalam berhubungan seksual.

Demikian juga kalau istri ingin melakukan setiap hari, bahkan sampai beberapa kali. Jadi, tidak ada alasan menganggap atau merasa khawatir istri mengalami suatu kelainan seksual.

Harus Berupaya

Masalah muncul karena Anda tidak selalu mampu memenuhi tuntutan istri. Ketidakmampuan Anda mudah dimengerti karena secara fisik Anda mengalami hambatan, yaitu rasa letih setelah bekerja sehari penuh, selain kemunduran yang biasanya muncul pada usia pertengahan. Tentu saja harus ada upaya agar kesenjangan ini tidak menimbulkan akibat buruk bagi Anda dan istri.

Upaya yang dapat Anda lakukan bertujuan agar mampu memenuhi tuntutan istri. Menjaga keadaan fisik dengan melakukan olahraga teratur perlu Anda lakukan, disamping asupan nutrisi yang cukup. Bila perlu, gunakan obat untuk membantu meningkatkan fungsi seksual.

Tentu saja semua upaya tersebut harus Anda lakukan dengan dilandasi rasa cinta terhadap istri, yang belum lama dapat menikmati kehidupan seksual, setelah sekian lama menikah.

Saya yakin dengan berjalannya waktu, frekuensi melakukan hubungan seksual yang dituntut istri akan menjadi lebih jarang. Dengan demikian, kesenjangan akan semakin kecil. ***

kompas.com

No comments: